10.28.07

TKI = Pemuas Sex majikannya di Arab

Posted in News at 6:20 am by stepsoflife

Niat Ati Lestari(25) bekerja di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, untuk membantu ekonomi keluarganya harus berakhir tragis.

2 Tahun menjadi TKI, tak sepeser pun gaji yang diterima. Malah ia pulang dengan perut membuncit akibat diperkosa majikannya.

Ati berangkat ke Abu Dhabi para 9 September 2005. Lazimnya tujuan para TKI yang mengadu nasib ke luar negeri, warga kampung Banen RT 19 RW 07 Desa Bumiwangi Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi itu ingin membantu orangtuanya yang sehari – hari bekerja sebagai buruh tani.

Oleh PT Pundi Putra Indotama, PJTKI yang mengirimnya, Ati diserahkan kepada majikannya yang bernama Kholid Muhammad Yusuf Halfani.

 Awalnya, sang majikan memperlakukan Ati dengan baik. Namun, pada suatu malam, kira kira di akhir 2006, sang majikan memperkosa Ati. Meski hanya sekali, ternyata tindakan sang majikan membuahkan janin dalam rahim Ati.

19 bulan Ati bekerja di rumah Kholid. Ati baru sadar ketika perutnya semakin bertambah besar. Akhirnya saat usia kandungannya menginjak 6 bulan, dia memutuskan kabur. Tujuannya hanya satu, yaitu menyelamatkan diri ke KBRI Abu Dhabi.

Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat di raih. Bak jatuh tertimpa tangga, dalam pelariannya Ati bertemu sopir taksi warga Arab. Ati yang dalam keadaan kalut itu, menerima ajakan sang sopir.

Bukannya diselamatkan, Ati dibawa ke sebuah tempat. Sopir tersebut menjual Ati kepada seseorang dan dia diperkosa lagi. Sehari kemudian, Ati berhasil kabur, lagi lagi dia ingin ke KBRI.

Sayangnya, Ati yang tidah tahu jalan, menerima ajakan sopir taksi lain. Kejadian serupa terulang. Kali ini, sopir bejat tersebut membawa Ati ke sebuah hotel dan menjualnya kepada 4 pria Arab. Ati pun sempat ‘digilir‘.

Setelah dua hari dipaksa meladeni 4 pria, Ati berhasil kabur dari hotel. Tujuannya masih sama, ingin berlindung ke KBRI. Untungnya di ketiga kali usahanya, Ati ditolong seorang sopir taksi asal Pakistan yang kemudian mengantarkannya ke KBRI.

Ati yang bingung dan depresi sempat menjalani perawatan selama beberapa hari. Setelah pulih, oleh KBRI Ati dicarikan majikan baru. Namun ia hanya bekerja beberapa pekan, karena kehamilannya yang semakin besar, Ati memutuskan kembali ke Indonesia.

Ati tiba di Jakarta pada 22 September 2007 lalu. Tak sepeser pun uang hasil keringatnya selama di Abu Dhabi yang dibawa pulang. Kondisinya pun tak lebih baik. Depresi masih menderanya.

Sabtu, 27 Oktober 2007, Ati akhirnya melahirkan di Rumah Sakit Samsuddin Kota Sukabumi. Hanya bibinya yang menunggui. Ibunya, Nuryana (45) tak sanggup mendampingi putrinya, karena masih sakit akibat sempat mengalami stroke ketika tahu nasib Ati.

Bayi laki – laki yang dilahirkan Ati berambut ikal dengan kulit agak gelap. Ketika menuturkan kisahnya, Ati masih tampak lemah.

Dengan wajah ditutupi kerudung hitam, Ati mengaku tak punya biaya untuk membayar biaya persalinan. “Saya nggak punya uang untuk bayar biaya melahirkan sebesar Rp 1.6 juta,” tuturnya.

Dia mengaku, sudah menghubungi PJTKI yang mengirimkannya. Namun belum ada jawaban atas tuntutan gajinya selama 19 bulan yang belum dibayarkan majikan.
“Kata mereka saya kabur jadi saya dibilang TKI ilegal,” lirihnya.

Khawatir biaya perawatan usai melahirkan semakin membengkak, Ati memilih pulang pada Sabtu sore. Pihak rumah sakit memberi keringanan dengan memperboleh Ati mencicil biaya tersebut.
“Biar dirawat bidan saja di rumah, ” pungkas Ati.

7 Comments »

  1. stepsoflife said,

    gila jg yah kl dibayangin?
    gue pernah denger 1 kalimat ini, “masyarakat indo harus taat pada agama, dan jadikan Arab sebagai contoh”.

    terserah anda2 semua mau tanggapin kalimat diatas itu gmn.
    yang pasti, inti dari semua diatas adalah, pemerintah kurang mampu dlm menangani kasus gini. coba aja kita itung, uda brp bnyk kasus yang seperti diatas?

    gila aja, kerja mati2an, selama 19 bulan, sepeser pun engga dibayar, jadi pemuas seks majikannya pula. apa2an kyk gitu?

    apalagi, PJTKI juga engga tanggung jawab atas semua itu. bukannya si majikannya itu dituntut atau apa lah, malah dicariin majikan baru. ga salah tuh ya?

    lebih parah lagi dia dibilang TKI ilegal, karena alasan kabur??
    engga salah tuh ya?
    dia kabur karna mau menyelamatkan diri. kalo misalnya majikannya perlakuin dia dengan baik juga dia engga mungkin bakalan kabur, apalagi emang tujuan dia untuk cari biaya hidup khan.

    ckckck.. urusan ginian aja engga diselesaikan. malah ributin permasalahan yang terkadang tuh engga terlalu penting.

  2. ekoy said,

    dasar arab anjimg

  3. choirijatun said,

    makanya kalau diluar negeri itu harus waspada jangan percaya gampang percaya mulut orang disana.di negara kita sendiripun harus waspada ya,dimana mana kita berada.apalagi diluar negeri sendirian tanpa sanak keluarga mengadu nasib wah bisa rawan kalau tak ada pengalamanan ,pengetahuan dan bekal fianansial yang cukup serta pendamping.hati-hati dimana saja berada.

  4. wita said,

    kasian bgt..menurut gw peribahasa yang blg “masyarakat indo harus taat pada agama, dan jadikan Arab sebagai contoh”.
    ADALH KESALAHAN BESAR..semua cowok Arab itu ga ada yang bener. SUMPAH dech.. banyak temen2 gw yang disakitin sama mereka. Cowok Arab tidak bisa setia mereka hanya menginginkan SEX dengan banyak cewek2 dari manapun juga. Mrk b’tingkah laku bak malaikat padahal itu semua hanya topeng belaka.

    Krn itu jgn percaya sama cowok Arab. dijamin mrk adalah orang yang Abnormal dan tidak waras, hanya bisa menyakiti cewek2.

  5. Erla said,

    Cwöx2 emang brengsek.cma btuh naFSu

  6. Safar el-Munawy said,

    nga’ smua lah cowok Arab dpt dikatakan seperti itu…..yg kayak gitu t’gantung ama person2nya sj…. krn begitu banyak pula cowok2 Arab yang punya kepribadian baik. So, bagi gw…sapa2 sj yg mw jd TKW..mesti harus hati2.

  7. rani said,

    puuhh. dari dulu sampai sekarang kayaknya arab masih jahiliyah juga tuh. bikin malu agama ajaa. boohooo.


Leave a Comment