01.27.08
misteri gangguan telepon saat Soeharto wafat
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla selama tiga tahun terakhir memang menggunakan nomor polisi RI 1 dan RI 2 untuk sedan dinasnya. Namun, untuk urusan kabar wafatnya mantan Presiden Soeharto, kedua “orang nomor satu dan nomor dua” ini bukan yang pertama atau kedua mendapat kabar.Soeharto yang sejak 4 Januari 2008 lalu dirawat di Rumah Sakit Pusat Pertamina, menurut keterangan resmi tim dokter kepresidenan wafat pukul 13.10 WIB. Presiden Yudhoyono didampingi Wapres Kalla baru mendapat kabar wafatnya Soeharto pukul 13.35 WIB.
Saat kepastian wafatnya Soeharto diperoleh tim dokter kepresidenan pukul 13.10 WIB, Presiden Yudhoyono didampingi Wapres Kalla, tiga menteri Koordinator, Menteri Perdagangan, Menteri Perindustrian, dan Menteri Pertanian tengah menggelar jumpa pers di Kantor Presiden.
Jumpa pers dilakukan setelah sebelumnya, Presiden Yudhoyono memimpin rapat kabinet terbatas tentang stabilisasi harga kebutuhan pokok rakyat di Kantor Presiden. Jumpa pers tanpa tanya jawab dilakukan sekitar 25 menit.
Tidak lama setelah jumpa pers dilakukan, saat Presiden berbicara panjang lebar tentang rencana paket kebijakan ekonomi yang akan diambil, muncul sinyal telepon yang mengganggu sistem pengeras suara di Kantor Presiden.
Semula, dikira gangguan sinyal itu berasal dari telepon wartawan yang kerap disambungkan ke kantornya untuk “menggelontorkan” begitu saja ucapan Presiden. Namun, karena gangguan sinyal yang mendominasi suara di pengeras suara tidak juga berhenti, anggota pasukan pengamanan presiden mulai beraksi mencari tahu penyebabnya.
Sejumlah alat rekam yang dicurigai mengganggu lantas dimatikan. Tas wartawan yang ada di sekitar pengeras suara dipindahkan jauh. Namun demikian, gangguan tidak juga berhenti.
Presiden yang merasa terganggu karena suaranya tersaingi ikut berhenti berbicara. Namun, gangguan tidak juga berhenti. Tanpa diketahui asal gangguan, Presiden melanjutkan jumpa pers hingga pukul 14.35 WIB.
Saat turun podium, Presiden didekati stafnya untuk diberi tahu kabar wafatnya Soeharto. Setengah terkaget, Presiden lantas mengajak Wapres Kalla masuk ke ruang kerjanya. Presiden minta para wartawan dan para pembantunya menunggu sebentar.
Sekitar 10 menit di ruang kerjanya, Presiden dan Wapres keluar. Presiden didampingi Wapres lantas menggelar jumpa pers mengenai wafatnya Soeharto. Pemerintah menyatakan bela sungkawa mendalam atas wafatnya Soeharto.
Misteri gangguan sinyal telepon terjawab. Gangguan sinyal itu muncul karena pada saat jumpa pers, telepon staf Presiden Yudhoyono terus dihubungi dari pihak luar untuk memberi informasi perihal tewasnya Soeharto yang telah 24 hari dirawat di RSPP.
01.24.08
mahasiswa BINUS diculik
Mahasiswa Binus Diculik Kamis 24 Januari 2008, Jam: 15:06:00 JAKARTA (Pos Kota) – Mahasiswa Bina Nusantara (Binus), Prabo Muliadi, menjadi korban penculikan empat penjahat di Jalan Gajah Mada, Jakarta Barat.
Penculik minta tebusan Rp 300 juta kepada orangtua korban. Namun sebelum uang tebusan diberikan, korban berhasil kabur dari sekapan pelaku di daerah Citayam, Depok.
Sutarno Muliadi,49, ayah Prabo, Rabu (23/1), menjelaskan aksi penculikan itu terjadi Selasa (22/1) sore, ketika anaknya turun dari kendaraan umum di Jalan Gajah Mada sepulang kuliah.
Saat itu, Prabo dihampiri empat lelaki tak dikenal. Bersamaan dengan kehadiran lelaki itu, korban langsung dikejutkan dengan tepukan pada bahu korban. Belum sempat Prabo bicara, dia sudah dipaksa masuk sebuah taksi yang dihentikan pelaku.
Menurut Sutarno, dirinya menduga anaknya setengah tidak sadar atau dihipnotis pelaku. Sebab, anaknya saat itu mengikuti saja kehendak keempat pelaku tanpa memberikan perlawanan.
Para pelaku kemudian membawa korban dan menyekapnya di sebuah kebon di daerah Citayam, Bogor, Jawa Barat. Saat disekap, kedua kaki dan tangan korban diikat.
Menurut Sutarno, keempat pelaku memukuli kepala dan telinga Prabo hingga bengkak. “Mereka menghubungi dan mengancam saya sampai lima kali,” katanya.
LAPOR POLISI
Kedua orang tua korban lalu melaporkan kasus penculikan ini ke Polda Metro Jaya, Selasa (22/1) malam. Saat Sutarno melapor, polisi sempat menduga kasus ini sebagai kasus pemerasan anak terhadap orangtua. Sebab, para penculik minta uang tebusan ditransfer lewat rekening anaknya sendiri.
Petugas Satuan Reserse Kejahatan dengan Kekerasan Polda Metro Jaya yang mendapat laporan penculikan itu langsung dikerahkan memburu para penculik. Pada Selasa sore, Prabo menelpon ayahnya, mengatakan, dirinya sudah berhasil lolos dari sekapan penculik.
Berkat bantuan polisi dan orangtua korban, Prabo lalu diamankan ke Polda Metro Jaya. Setelah dimintai keterangan polisi, korban divisum, dan dibawa ke rumahnya yang beralamat di Glodok, Tamansari, Jakarta Barat.
Kepala Satuan Kejahatan Keras Polda Metro, Ajun Komisaris Besar Fadhil Imran menjelaskan pihaknya masih memburu keempat penculik.
12.21.07
nikah lewat internet di arah saudi
Seorang pemuda Arab Saudi yang sedang belajar di AS tercatat sebagai warga Saudi pertama yang menikah lewat internet dengan gadis sedaerahnya.
M.A. Al-Hassan, demikian nama sang pemuda asal Propinsi Al-Ahsa, Saudi, seperti dilaporkan pers setempat, Minggu (16/12), memutuskan untuk menikah dengan gadis pilihan orang tua karena akan menuntut ilmu cukup lama di negeri Paman Sam itu.
Namun karena urusan perkuliahan yang ketat, ia tidak bisa mudik ke kampung sehingga keluarganya mencarikan jalan keluar dengan menikah lewat alam maya.
Sudah menjadi tradisi di negara itu, di mana orang tua menjodohkan anaknya, sementara kedua sejoli calon pengantin belum bisa saling melihat sebelum kedua keluarga setuju.
Nah, untuk pernikahan yang baru terjadi ini, setelah kedua keluarga setuju, selain foto dikirim lewat email, calon kedua mempelai saling melihat lewat internet.
Al-Hassan akhirnya langsung jatuh cinta dan menyatakan setuju menikah dengan gadis pilihan orang tuanya.
Selanjutnya, akad nikah dilakukan lewat alam maya secara resmi lengkap dengan keberadaan penghulu.
Acara pesta sederhana dilangsungkan di Al-Ahsa, kemudian tak beberapa lama sang istri diantar keluarga ke bandara King Fahd di Al-Dammam untuk terbang menemui sang suami di Amerika.
Waspadai Air Pasang pada 22-26 Desember
Jakarta, 20 Desember 2007 06:10
Warga kota Jakarta, terutama yang bermukim di pesisir dan juga dari beberapa pesisir lainnya, perlu mewaspadai kemungkinan terjadi air pasang yang diperkirakan terjadi pada tanggal 22-26 Desember.
Menurut pakar astronomi dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin yang dihubungi di Bandung, Rabu (19/12), pada tanggal tersebut bulan dan bumi berada pada jarak paling dekat yakni 362.900km sementara rata-rata jaraknya 384.000km.
“Pasang maksimum ini bisa terjadi pada malam atau siang hari. Purnama terjadi pada 24 Desember,” katanya.
Sementara itu, matahari dan bumi juga berada pada jarak terdekat yakni 147,1 juta km yang meski tidak berada dalam satu garis lurus namun memberi efek maksimum terhadap pasang yang terjadi.
Menurut dia, posisi matahari-bumi- bulan kali ini memberi efek pasang lebih besar daripada bulan lalu, di mana kala itu terjadi pasang maksimum yang membuat wilayah utara Jakarta digenangi banjir, meski kondisi cuaca cerah.
“Hanya saja perlu diingat lagi, bulan lalu masih ada beberapa faktor lagi yang membuat banjir seperti siklon dan alun,” katanya.
Sementara itu, pakar meteorologi dari BPPT, Edvin Aldrian, mengatakan bahwa pada akhir Desember tampaknya belum ada tanda-tanda kemunculan siklon yang bisa memperparah pasang maksimum.
“Seruwak dingin (cold surge) atau angin kencang dari Siberia yang masuk ke Cina Selatan dan memunculkan alun (swell) yang membuat gelombang masuk ke pesisir Jakarta seperti bulan lalu juga tidak ada. Jadi saya kira tak separah bulan lalu,” kata Edvin.
Namun demikian, ujar Djamal, pasang maksimum akibat posisi bulan dan matahari kali ini bisa diperkuat oleh hujan yang terjadi di daratan.
“Kalau air hujan di darat tak bisa mengalir ke lautan yang terjadi banjir juga. Soal ini memang dipengaruhi banyak faktor,” katanya. [EL, Ant]
sumber : www.gatra.com
11.27.07
dua sejoli bercinta di ruang tunggu KA
Para penumpang di stasiun kereta api (KA) terbengong-bengong. Sebagian tak kuasa menahan senyum geli mereka. Bagaimana tidak, dua insan berlainan jenis tengah asyik bercinta di ruang tunggu stasiun. Alamaaak!
Pasangan tersebut sama sekali tak peduli dengan situasi sekeliling mereka yang ramai. Keduanya ngeseks dengan hot.
Kejadian tak biasa itu terjadi di stasiun KA Koge di Kopenhagen, Denmark seperti diberitakan kantor berita AFP, Selasa (27/11).
“Kami tidak tahu apa itu disebabkan cuaca dingin pagi ini atau karena gairah yang tak terbendung, tapi pasangan itu tidak canggung melakukan hubungan seks di ruang tunggu stasiun KA Koge,” kata juru bicara kepolisian setempat Carsten Andersen.
Melihat pemandangan menggairahkan itu, sejumlah orang di ruang tunggu stasiun melapor ke pihak perusahaan KA. Akhirnya polisi pun dipanggil untuk menghentikan adegan panas yang dilakukan pria berusia 37 tahun dan wanita berumur 30 tahun itu. Tontonan gratis itu pun berakhir.
“Polisi menasihati pasangan tersebut untuk pergi ke tempat tidur mereka, menjauh dari mata-mata yang menonton,” tutur Andersen.
Saat bercinta di area publik itu, dua sejoli tersebut tetap berpakaian lengkap. “Karena itulah kami tidak menuntut mereka dengan dakwaan perbuatan tak senonoh,” tandas Andersen.
11.03.07
hati2 semburan AC / kipas angin
Pengalaman berharga dari seorang teman, ada baiknya kita berhati-hati.
Rekan2 ,
Tanggal 17 Juli 2003, pundak/bahu kanan saya terasa nyeri luar biasa. Waktu itu saya lagi tugas di Singapore. Pagi hari sudah agak terasa sakit tapi begitu sore sewaktu mau pulang kantor sakitnya semakin menjadi-jadi. Saya tidak ambil pusing karena saya pikir hanya masalah salah posisi waktu tidur. Saya langsung pulang ke hotel. Malam hari terasa semakin sakit (ngebet sekali), sampai saya tidak dapat tidur sama sekali.
Ketika di kantor pagi harinya saya ceritakan ke teman kantor saya yang orang Indonesia. Dia sarankan saya untuk mencari tukung urut, bayarnya SIN $25,00. Tapi sebelum memutuskan untuk pergi, saya ceritakan ke teman kantor lainnya yang orang Singapore. Dia (setengah) memaksa saya untuk pergi ke dokter dan sangat tidak menganjurkan saya pergi ke tukang urut, karena menurut dia, saya menderita frozen shoulder – penyakit yang biasa terjadi pada pekerja kantor yang sepanjang hari bekerja di kantor.
Akhirnya karena sudah tidak tahan saya ikuti saran teman saya yang orang Singapore tsb untuk pergi ke dokter. Saya diajak ke klinik rekanan kantor saya. Setelah ditanya ini itu dsb dst, oleh dokter saya dibilang menderita FROZEN SHOULDER persis seperti yang teman saya bilang tadi.
Saya diberi obat penghilang rasa nyeri dan melemaskan otot, namanya Vioxx, dosis 25 mg. Diminum 1 x sehari. Begitu pulang dari dokter saya langsung minum 1 tablet (di kantor), dan alhamdulillah efeknya langsung terasa. Malam hari saya sudah bisa tidur pulas, dan besok paginya saya sudah sembuh 80%, tapi belum bias nyisir rambut dan menggosok gigi. Tapi rasa nyeri sudah hilang.
Teman saya yang orang Indonesia tadi saya beritahu keadaan saya pada siang harinya, lalu saya kasih dia nama obatnya. Dia catat entah untuk apa. Pagi ini saya dapat email dari teman saya yang oarang Indonesia tsb, bercerita tentang penyakit FROZEN SHOULDER tsb. Berikut ini, saya forward emailnya untuk rekan2 semua.
Ternyata Frozen Shoulder emang ada. Gue pikir cuman istilah Singaporean dokter aja. Suhu AC yang kelewat dingin dan semburan udaranya yang langsung mengenai wajah, kepala, dan leher dalam waktu lama (misalnya saat tidur malam), menyebabkan beberapa gangguan saraf.Semburan udara langsung tersebut bisa dari AC dan kipas angin. Menurut salah satu dokter spesialis saraf di RS Internasional Bintaro,berbagai gangguan itu antara lain:
Bell’s palsy (kelumpuhan wajah se sisi) Penyakit ini menyebabkan terjadinya
pembengkakan saraf wajah (saraf ke-7)satu sisi.Biasanya penderita akan merasa salah satu matanya pedih ketika cuci muka, karena mata itu tak dapat dipejamkan. Ia juga sulit berkumur, mulutnya miring/mencong, bicaranya pelo, saat minum airnya akan meler, dan pengecapan lidah berkurang. Penemuan terakhir menunjukkan adanya kemungkinan infeksi virus yang terbawa oleh udara atau angin.
Penyakit ini sering dijumpai dan biasanya menyerang remaja dan dewasa muda. Bila terjadi pada orang tua harus dipikirkan kemungkinan gejala stroke. Bell’ s palsy dapat disembuhkan bila cepat ditangani. Terapinya bisa dengan obat antiinfla-masi/ antiedema, antivirus dan vitamin saraf. Penderita juga harus melakukan senam muka (facial exercise). Pasien biasanya akan pulih dalam waktu 1-6 minggu. Tortikolis (leher tengeng / salah bantal) Penyakit ini biasanya terjadi saat orang bangun tidur.
Penderita merasa lehernya kaku, tidak bisa menengok kesatu sisi, juga nyeri seperti disetrum bila dipaksakan bergerak. Bila bicara atau batuk akan terasa sakit. Penyakit ini dapat diobati dengan suntikan pada titik-titik nyeri di leher serta pemberian obat antiradang. Bila perlu bisa dilakukan terapi pemanasan.
Frozen shoulder (bahu beku) Penyakit ini biasanya timbul di saat bangun tidur pagi. Penderita tidak sanggup menggosok gigi dan menyisir rambut karena pergelangan bahunya terasa sakit bila lengan diangkat atau digerakkan. Bila tidak diobati tentu akan membatasi pergerakan bahu, dan bila penyakitnya menahun perlu dilakukan tindakan operasi. Pengobatannya terdiri dari pemberian obat anti-radang, anti nyeri dan suntikan pada pergelangan bahu. Juga perlu terapi pemanasan ditambah latihan bahu.
Carpal tunnel syndrom Adalah penyakit dengan gejala kesemutan dan nyeri
pada tangan terutama 3 pertama (ibu jari, telunjuk, dan jari tengah). Gejala akan lebih terasa pada malam hari dalam ruang ber-AC. Gejala itu disebabkan adanya pembengkakan saraf yang melewati terowongan di pergelangan tangan. Penyakit ini dapat disembuhkan bila cepat ditangani. Dokter tersebut menambahkan, suhu dingin AC berbahaya bagi penderita rematik. Pada penderita migren pun AC bisa memicu kekambuhan.
Semoga berguna
* dikutip dari forum
10.28.07
TKI = Pemuas Sex majikannya di Arab
Niat Ati Lestari(25) bekerja di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, untuk membantu ekonomi keluarganya harus berakhir tragis.
2 Tahun menjadi TKI, tak sepeser pun gaji yang diterima. Malah ia pulang dengan perut membuncit akibat diperkosa majikannya.
Ati berangkat ke Abu Dhabi para 9 September 2005. Lazimnya tujuan para TKI yang mengadu nasib ke luar negeri, warga kampung Banen RT 19 RW 07 Desa Bumiwangi Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi itu ingin membantu orangtuanya yang sehari – hari bekerja sebagai buruh tani.
Oleh PT Pundi Putra Indotama, PJTKI yang mengirimnya, Ati diserahkan kepada majikannya yang bernama Kholid Muhammad Yusuf Halfani.
Awalnya, sang majikan memperlakukan Ati dengan baik. Namun, pada suatu malam, kira kira di akhir 2006, sang majikan memperkosa Ati. Meski hanya sekali, ternyata tindakan sang majikan membuahkan janin dalam rahim Ati.
19 bulan Ati bekerja di rumah Kholid. Ati baru sadar ketika perutnya semakin bertambah besar. Akhirnya saat usia kandungannya menginjak 6 bulan, dia memutuskan kabur. Tujuannya hanya satu, yaitu menyelamatkan diri ke KBRI Abu Dhabi.
Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat di raih. Bak jatuh tertimpa tangga, dalam pelariannya Ati bertemu sopir taksi warga Arab. Ati yang dalam keadaan kalut itu, menerima ajakan sang sopir.
Bukannya diselamatkan, Ati dibawa ke sebuah tempat. Sopir tersebut menjual Ati kepada seseorang dan dia diperkosa lagi. Sehari kemudian, Ati berhasil kabur, lagi lagi dia ingin ke KBRI.
Sayangnya, Ati yang tidah tahu jalan, menerima ajakan sopir taksi lain. Kejadian serupa terulang. Kali ini, sopir bejat tersebut membawa Ati ke sebuah hotel dan menjualnya kepada 4 pria Arab. Ati pun sempat ‘digilir‘.
Setelah dua hari dipaksa meladeni 4 pria, Ati berhasil kabur dari hotel. Tujuannya masih sama, ingin berlindung ke KBRI. Untungnya di ketiga kali usahanya, Ati ditolong seorang sopir taksi asal Pakistan yang kemudian mengantarkannya ke KBRI.
Ati yang bingung dan depresi sempat menjalani perawatan selama beberapa hari. Setelah pulih, oleh KBRI Ati dicarikan majikan baru. Namun ia hanya bekerja beberapa pekan, karena kehamilannya yang semakin besar, Ati memutuskan kembali ke Indonesia.
Ati tiba di Jakarta pada 22 September 2007 lalu. Tak sepeser pun uang hasil keringatnya selama di Abu Dhabi yang dibawa pulang. Kondisinya pun tak lebih baik. Depresi masih menderanya.
Sabtu, 27 Oktober 2007, Ati akhirnya melahirkan di Rumah Sakit Samsuddin Kota Sukabumi. Hanya bibinya yang menunggui. Ibunya, Nuryana (45) tak sanggup mendampingi putrinya, karena masih sakit akibat sempat mengalami stroke ketika tahu nasib Ati.
Bayi laki – laki yang dilahirkan Ati berambut ikal dengan kulit agak gelap. Ketika menuturkan kisahnya, Ati masih tampak lemah.
Dengan wajah ditutupi kerudung hitam, Ati mengaku tak punya biaya untuk membayar biaya persalinan. “Saya nggak punya uang untuk bayar biaya melahirkan sebesar Rp 1.6 juta,” tuturnya.
Dia mengaku, sudah menghubungi PJTKI yang mengirimkannya. Namun belum ada jawaban atas tuntutan gajinya selama 19 bulan yang belum dibayarkan majikan.
“Kata mereka saya kabur jadi saya dibilang TKI ilegal,” lirihnya.
Khawatir biaya perawatan usai melahirkan semakin membengkak, Ati memilih pulang pada Sabtu sore. Pihak rumah sakit memberi keringanan dengan memperboleh Ati mencicil biaya tersebut.
“Biar dirawat bidan saja di rumah, ” pungkas Ati.
10.01.07
dua orang tewas terjun dari tol
* korban terlempar setinggi 25 meter
* dua ban pecah bergantian
KECELAKAAN terjadi di Jalan Tol Layang Ancol. Minggu, 30/9/2007 petang.
Dua dari enam penumpang mobil jeep terlempar dari mobil hingga jatuh dari ketinggian 25 meter.
Mobil jeep Hardtop bernomor polisi B 1130 EG melaju dari arah TanjungPriok ke Ancol dari arah timur ke barat. Mobil tua yang berwarna kuning ini ditumpangi oleh keluarga Santo Hariana (38) yang tinggal di Jalan H. Hasbi RT 09/03, Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Saat itu Santo ditemani istrinya, Agustina (32), dua anaknya, Anisa Hariana (13) dan Rian Tanu Hariana (6), beserta kakak iparnya, Suciwati (42), dan anak Suciati, Bebeto Adi Wiguno (13).
Ny. Agustina yang histeris dipeluk para kerabatnya di RS Husada, Jakarta Pusat, semalam. Wanita tersebut selamat pada kecelakaan di Jalan Tol Wiyoto Wiyono sedangkan anak dan seorang kerabatnya meninggal dunia.
Mereka dalam perjalanan pulang setelah belanja baju Lebaran di Pasar Ular, Plumpang, Jakarta Utara. Mereka berangkat dari rumah sekitar pukul 15.00. Santo yang sehari – hari bekerja sebagai penyedia jasa perizinan kapal nelayan di Muara Baru itu pegang kemudi. Agustina duduk di sebelahnya. Tanyu, Bebeto, Anisa dan Suciwati duduk di bangku belakang mobil tersebut. Mereka duduk saling berhadapan.
Rombongan yang terdiri atas enam orang ini tiba di Pasar Ular sekitar pukul 16.00 mereka. Sekitar pukul 17.00, rombongan langsung pulang dengan masuk tol. Namun, ketika melintas di kilometer 19 jalan tol layang Ancol-Pluit atau di Jalan RE Martadinata, ban depan bagian kiri Toyota Hardtop berwarna kuning tersebut pecah.
Santo tak bisa menguasai kemudi. Mobil akhirnya mengarah ke pembatas jalan di sisi kiri jalan layang tol. Mobil mengarah ke pagar di sebelah kiri, “ujar Bebeto yang ditemui di ruang UGD RS Husada, Jakarta Pusat semalam.
Ketika mobil sedang mengarah ke pembatas jalan, tiba – tiba ban belakang bagian kanan pecah pula. Hal ini mengakibatkan arah mobil berubah ke kanan sehingga bagian belakang mobil menghajar pembatas jalan tol di sisi kiri.
Akibat dari guncangan ini, penumpang yang berada di jok belakang seperti terkocok. “Bagian belakang mobil akhirnya menabrak pagar pembatas. Tak disangka, pintu belakang mobil sampai terbuka, ” ujar Bebeto.
Anisa yang duduk di bagian belakang terlempar keluar dengan posisi kepala terlebih dahulu. Begitu juga dengan Suciwati yang juga duduk di bagian belakang. Namun, sebelum terlempar keluar, Suciwati masih sempat dipegangi oleh Bebeto.
“Tapi saya tak kuat menahan beban ibu, akhirnya ibu merosot juga hingga terjatuh ke bawah”, ujar Bebeto dengan mata berkaca – kaca.
Jalan layang tol di kawasan RE Martadinata atau dari TanjungPriok ke Pluit atau Jalan Tol Wiyoto Wiyono ini dirancang sangat tinggi. Menurut petugas pengendali lalulintas PT. Citra Marga Nusaphala Persada wilayah Jakarta Utara, Suhari, ketinggian jalan layang tol di ruas ini mencapai 25 meter. “Tingginya sama dengan gedung tiga lantai”, ujarnya saat dihubungi oleh Warta Kota semalam.
Ini dilakukan karena bagian tanah dibawahnya naik turun. Sebagian lagi merupakan rawa-rawa dan daerah genangan air laut. “Karena itu pula dirancang secara khusus”, katanya lagi.
Ini pula yang menyebabkan Anisa dan Suciwati tewas seketika. Mereka mengalami luka parah di bagian kepalanya. Padahal empat penumpang lain yang selamat tidak terlalu parah lukanya. Tapi sebagian besar korban luka – luka sempat pingsan.
Warga yang melintas di jalan tol tersebut berusaha memberikan pertolongan kepada Santo, Tanu, Agustina dan Bebeto. Sementara, warga masyarakat yang melihat Anisa dan Suciwati terjatuh lantas menutupinya dengan koran. Tak lama kemudian petugas Patroli Jalan Raya datang untuk menangani kecelakaan maut ini. Jasad Anisa dan Suciwati, beserta empat orang korban luka, dilarikan ke RS Husada, Jakarta Barat.
Melaju Kencang
Menurut Bebeto, tak ada keganjilan selama dalam perjalanan menuju Pasar Ular dan sebaliknya. Hanya saja, dalam perjalanan pulang, mobil melaju kencang. “Kita dari beli baju buat lebaran. Trus pulangnya mobil ngebut sekali,” jelasnya.
Bebeto yang juga duduk di jok belakang terluka di siku kiri dan kaki kanan. Bocah lelaki berbadan kurus itu pun terus memegangi celana jins dan jam tangan yang baru dibelinya di Pasar Ular.
Tapi ia terus terbayang wajah ibunya, Suciwati. Ia begitu terpukul karena gagal memegangi ibunya hingga sang ibu terlempar dan jatuh dari jalan layang tol setinggi 25 meter.
Bebeto juga masih dihantui bayangan adik sepupunya, Anisa, yang juga terlempar bersama ibunya. “Anisa langsung jatuh ke bawah, tepatnya ke tanah di bawah jalan layang tol. Sedangkan ibu saya awalnya masih berada di aspal. Bebeto dan Tanu juga terlempar sampai di aspal.
“Saat itulah, ibu sempaat berpegangan kepada tangan saya. Saya sudah pegangi mama, tapi merosot juga.”, katanya sambil terengah – engah.
Histeris
Sampai di rumah sakit para korban yang mengalami luka di masukkan ke ruang UGD, Santo dan Agustina berteriak histeris setelah mengetahui Anisa dan Suciwati meninggal dunia.
Agustina beberapa kali berontak sambil sampil menjerit – jerit dengan memanggil nama anaknya itu. Ia menolak untuk ditidurkan di bangsal rumah sakit dan ingin bertemu dengan Anisa.
Ia tak percaya anak gadisnya yang masih duduk di bangku kelas 1 SMP itu harus meninggalkannya terlebih dahulu. Beberapa rekan dan tetangganya yang berusaha menenangkan Agustina tampak kewalahan. “Anisa kemari, Nak. Mama sayang kamu, Nak, ” teriak Agustina memanggil anaknya.
Agustina terus memegang erat sebuah jam tangan milih Anisa yang baru saja dibelinya di Pasr Ular. “Anisa kamu kemana. Kesini, Nak. Mama sayang kamu, “ujarnya lagi. “Kenapa nggak saya aja yang mati, jangan Anisa”. Jerit Agustina.
Dari empat korban luka, Rian Tanu Hariana (6) paling serius terluka. Tanu terus meronta saat dokter membersihkan luka di kepalanya. Tiga orang sanak keluarga bahkan memeganginya agar dokter dapat melakukan pekerjaannya.
Suasana di ruang UGD benar – benar memilukan. Puluhan sanak famili Santo yang datang diliputi kesedihan. Mereka juga tak percaya kehilangan dua anggota keluarga sekaligus.
Mimpi Banjir
Widiana (19), kakak Bebeto, tak bisa menahan air mata saat menatapi menatapi adiknya dan kehilangan ibunya. “Mama sama Tanu tadinya sudah nggak mau ikut. Tapi Anisa memaksa agar mereka ikut.” ujarnya. Kedua keluarga ini tigngal di satu rumah di Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Mereka dikenal selalu berbagi dalam urusan rumah tangga.
Menurut Bebeto yang duduk di kelas lima SD tersebut, Santo yang emmegang kemudi mobil naas itu mengaku pernah bermimpi kebanjiran. “Om Santo kemarin mimpi banjir. Mungkin itu tandanya”, ujar Bebeto.
Hingga kemarin malam, Santo tidak bisa dimintai keterangan lantaran masih shock. Santo bahkan menolak diambil gamabrnya saat keluar UGD RS Husada dengan kursi roda.
Keluarga Santo meminta rumah sakit mengizinkan mereka untuk segera membawa pulang korban selamat dan tewas. Sekitar pukul 20.00 mereka meninggalkan rumah sakit.
(Sumber : Warta Kota)
08.18.07
jari kelingking Winona putus terjepit eskalator BG Junction
Winona 3,5 tahun terpaksa kehilangan jari kelingkingnya setelah terjepit eskalator mal BG Junction. Kejadian yang menimpa balita itu terjadi saat sedang berjalan-jalan bersama kedua orang tuanya di mal yang berada di jalan Bubutan, Surabaya, Sabtu (18/8/2007).
Hingga kini, potongan jari tangan balita asal Jalan Asem Jaya VI/39 Surabaya ini masih yang tertinggal di eskalaor dan belum ditemukan.
“Para petugas kami sedang berusaha mencarinya,” ujar A & P Manager BG Junction, Birom Ghozali.
Menurut Birom, peristiwa tersebut berawal ketika siang itu Winona dan kedua orang tuanya yang sedang berjalan-jalan di mal BG Junction ingin turun dari Lower Level (LL) menuju ke Ground Level (GL).
Saat berada di eskalator itulah, Winona tiba-tiba duduk sambil memainkan jari-jemarinya di lantai eskalator. Ketika laju eskalator sudah mencapai bawah GL, Winona tiba-tiba menjerit. Dari jemari bocah perempuan ini, darah segar muncrat.
Saat itulah baru kedua orang tuanya sadar jika 3/4 jari kelingking anaknya sudah putus. Segera saja balita lucu tersebut tubuhnya dibopong ayahnya, Mat Supandi. Mengetahui ada yang tidak beres, petugas security segera menghentikan laju eskalator. Kejadian tersebut sempat menyita perhatian pengujung mal.
“Ayahnya gugup dan Ibunya hanya bisa menangis,” ujar Wulan, salah satu pengunjung.
Sesaat kemudian, Winona segera dilarikan ke RSU dr Soetomo Surabaya untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
“Biaya perawatan sepenuhnya ditanggung BG Junction,” tandas Birom.
Madonna “nyuntik”, penumpang kaget
Duduk satu pesawat dengan Madonna pasti membuat banyak orang terperangah memandang selebriti kondang itu. Belum habis rasa kagum, mereka dibuat kaget ketika Madonna mengeluarkan jarum suntik dan menyuntik dirinya.
Kejadian tersebut berlangsung ketika Madonna tengah berada dalam perjalanan dari New York menuju London. Dalam perjalanan yang berlangsung 7 jam tersebut wanita berusia 49 tahun itu tak meminta apapun kecuali air mineral.
“Tujuh jam adalah waktu yang lama tanpa makan. Madonna hanya diam saja. Ia berbicara dengan pramugari hanya untuk meminta air putih,” ujar seorang sumber seperti dilansir thisislondon
Menjelang mendarat, sepertinya pelantun ‘Take a Bow’ itu mulai kehabisan energi. Ia membuka tasnya lalu mengeluarkan jarum suntik dan isinya.
Tanpa ragu-ragu ia menyuntik dirinya dengan cairan yang diduga berisi vitamin. Aksi suntik vitamin ini bukan barang baru di kalangan selebriti Hollywood. Beberapa selebriti seperti Geri Halliwel, Lindsay Loha, dan Britney Spears juga gemar melakukan hal serupa. Demi mendapatkan tubuh langsing mereka tak mau makan dan mencari energi dengan cara suntik.
Beberapa ahli kesehatan mengecam aksi selebriti yang anti makanan itu. Menurut mereka penggunaan alat suntik vitamin berkepanjangan bisa membuat efek yang serius.
sumber : detikhot.com
07.31.07
Internet gratis di Halte Busway
Fasilitas internet gratis di moda transportasi darat untuk pertama kalinya diluncurkan di titik hotspot/wi-fi halte busway dukuh atas 2, Jakarta, Kamis (26/7) pukul 15.00
Peresmian dilakukan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso.
Ini merupakan fasilitas akses internet yang diberikan secara publik pada moda transportasi darat. Fasilitas disediakan oleh PT. Sistelindo Mitralintas (U Net), salah satu penyedia jasa layanan intenet dan perusahaan telekomunikasi di Indonesia.
Direktur Utama PT. Sistelindo Mitralintas (U Net), Endy Prijanto mengatakan, dengan adanya layanan akses internet ini para pengguna bisa memperoleh manfaat informasi seperti cara penggunaan angkutan umum busway, fasilitas umum busway, pelayanan publik Pemprov DKI, serta informasi bisnis, teknologi dan umum.
Endy menuturkan, pelayanan fasilitas gratis hanya berlangsung setahun. Pihaknya akan berusaha maksimal menjaga keberadaan fasilitas. Keberadaannya dipantau dengan perangkat elektronik.
Keberadaan hotspot U Net di halte ini diharapkan dapat meningkatkan akses internet oleh masyarakat luas. Untuk memaksimalkan fasilitas hotspot / wi-fi, U Net menempatkan dua komputer disana.
Gubernur Sutiyoso meminta pengelola untuk menjaga dengan baik fasilitas itu, terutama dari para pencuri.
“Kalau sampai tertangkap, gergaji saja tangannya”, Kata Sutiyoso berseloroh
(source : kompas)
